Tari Primitif : Pengertian dan Contoh Tari Primitif

Tari Primitif merupakan jenis tari yang banyak dijumpai di Indonesia. Tari Primitif ini merupakan tarian yang diwariskan oleh nenek moyang masyarakat Indonesia yang dahulunya merupakan masyarakat primitif yang masih tergantung kepada alam tanpa sentuhan teknologi modern seperti saat ini. Lalu apa sebenarnya jenis tari yang satu ini?

Melalui blog sakuilmu.my.id mari kita mengenal apa itu tari primitif? kemudian contoh tarian primitif beserta asal daerahnya. Dengan demikian Sahabat diharapkan akan mengetahui apa dan bagaimana sejarah tari primitif di Indonesia ini.

1. Pengertian Tari Primitif


Tari Primitif adalah tari yang berkembang diruang lingkup masyarakat primitif yang belum memiliki peradaban
Masyarakat Primitif sendiri adalah masyarakat yang hidup pada zaman prasejarah. Zaman prasejarah yaitu masa sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Masa primitif ini berkisar anatara tahun 20.000 SM - 400 M. Pada masa ini, dibagi dalam zaman batu dan zaman Logam (perunggu dan besi).

Pada umumnya masyarakat primitif masih memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme. Pada umumnya tari ini lebih menekankan pada penyembahan roh atau arwah leluhur, meminta berkah hujan dan sebagainya.

2. Ciri-Ciri Tari Primitif


Pada tarian primitif, ciri yang paling menonjol adalah sifatnya yang magis dan sakral, karena pola hidup masyarakat masa itu cenderung percaya bahwa alam memiliki kekuatan yang bersifat magis. 
Masyarakat primitif belum mengenal keyakinan akan ajaran agama tapi mereka memiliki pemimpin yang dipercaya atau yang dianggap paling tertua(seperti dukun). Oleh karena itu, tari yang mereka lakukan semata-mata hanya untuk kepentingan upacara.

Tarian biasanya dilakukan dengan spontanitas, tak ada peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang seragam dan tertentu. Nekara yang ditemukan pada zaman Logam diperkirakan selain digunakan sebagai alat musik, juga dipukul (dimainkan) pada saat upacara keagamaan serta hanya digunakan untuk mengiringi tari-tarian persembahan yang bersifat magis dan sakral.

3. Bentuk Tari Primitif


Bentuk tarian ini relatif sederhana, menirukan gerakan hewan, menirukan gerakan alam dengan gerakan-gerakan tangan, didominasi kaki, gerakan kepala, bergerak melingkar mengelilingi api unggun sambil bersuara yang membangun ritmis dari penari dan diiringi musik perkutif yang sederhana, serta kekuatan yang luar biasa dalam mengekspresikan kehendaknya. 
 Kesederhanaan kostum, gerak dan iringan menjadi lebih dominan bertujuan untuk pengungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang dinginkan.

4. Fungsi Tari Primitif


Adapun fungsi dari tari pada masa primitif dapat kita lihat dari gerak-gerik tariannya sangat sederhana karena yang dipentingkan adalah keyakinan yang terletak di belakang tarian tersebut, contohnya tarian meminta hujan, tarian untuk mempengaruhi binatang buruan.

Fungsi lainnya untuk upacara/ritual yng bersifat sakral/ magis.

5. Pembagian Tari Primitif


Berdasarkan gerakannya, tari primitif dibedakan menjadi 3, antara lain :


  • Kontagius adalah macam gerak tari yang dimaksudkan sebagai adanya hubungan dengan obyek atau bagian tertentu dari obyeknya untuk mencapai suatu kehendak seperti gerakan saling bersentuhan tangan atau sentuhan dengan properti, dengan harapan agar dapat menumbuhkan kontak terhadap kenyataan yang diinginkan 
  • Simpatetis adalah macam gerak tari yang bertujuan untuk mempengaruhi alam. 
  • Iimitatif adalah tarian yang diciptakan dengan meniru alam sekitarnya dan biasanya menirukan sesuatu yang sedang diburu dengan tujuan agar buruan tersebut dapat diburu dengan mudah. 

6. Contoh Tari Primitif

Di Indonesia masih bisa kita temui beberapa tarian yang berupa tari primitif. Berikut contoh tari primitif yang ada di Indonesia :

a. Tarawangsa

contoh tari primitif

Tarawangsa merupakan salah satu jenis kesenian rakyat yang ada di Jawa Barat. Kesenian ini hanya ditemukan di beberapa daerah di Jawa Barat, yaitu Rancakalong ( Sumedang), Cibalong, Cipatujah ( Tasikmalaya Selatan), Banjaran ( Bandung), dan Kanekes ( Banten Selatan) ( Dana Setia,2003:31). 

Alat musik pokok kesenian tarawangsa terdiri dari alat musik tarawangsa ( rebab jangkung) dan jentreng ( alat musik mirip kecapi). Tarawangsa dimainkan oleh dua orang, satu pemain tarawangsa dan satu pemain jentreng. Semua pemain tarawangsa terdiri dari laki-laki, dengan usia rata-rata 50-60 tahunan yang berprofesi sebagai petani. 

Biasanya tarawangsa disajikan berkaitan dengan upacara padi, misalnya dalam ngalaksa, yang berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang melimpah. 

Dalam pertunjukannya, tarawangsa biasanya melibatkan para penari yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka menari secara teratur, mula-mula Saehu/saman ( laki-laki), lalu disusul para penari perempuan. Mereka bertugas menurunkan Dewi Sri dan para leluhur. Kemudian hadirin yang ada di sekitar tempat pertunjukan, juga ikut menari.Tarian Tarawangsa tidak terikat oleh aturan pokok, kecuali gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Saehu dan penari perempuan sebagai tanda penghormatan kepada Dewi Sri. Menari dalam tarawangsa bukan hanya gerak fisik semata, melainkan sangat berkaitan dengan kepercayaan si penari. Sehingga tak mengherankan apabila penarinya sering mengalami trance ( tidak sadarkan diri). Pemain Tarawangsa dan Kacapi

b. Tari Hudoq

tari hudoq contoh tari primitif

Hudoq adalah salah satu tarian suku dayak Kalimantan dan merupakan salah satu contoh tari primitif yang ada di Indonesia.

Tari Hudoq adalah bagian ritual suku Dayak Bahau dan Dayak Modang, yang biasa dilakukan setiap selesai manugal atau menanam padi, pada bulan September-Oktober. Semua gerakannya, konon dipercaya turun dari kahyangan. 

Berdasarkan kepercayaan suku Dayak Bahau dan suku Dayak Modang, tari Hudoq ini digelar berfungsi untuk mengenang jasa para leluhur mereka yang berada di alam nirwana. Mereka yakin di saat musim tanam tiba, roh-roh nenek moyang akan selalu berada di sekitar mereka membimbing dan mengawasi anak-cucunya. Leluhur mereka ini berasal dari Asung Luhung atau Ibu Besar yang diturunkan dari langit di kawasan hulun Sungai Mahakam Apo Kayan. Asung Luhung memilki kemampuan setingkat Dewa yang bisa memnggil roh baik maupun roh jahat. 

Tari Hudoq ini memakai topeng atau sabuka dari daun-daunan. Daun-daunan ini digunakan seperti pakaian yang membungkus seluruh tubuh penarinya. Tari Hudoq diiringi oleh bunyi gong serta tambur.

Tari Tor-Tor

Contoh tari primitif selanjutnya adalah tari tor-tor yang merupakan tarian Batak Toba dari Sumatera Utara.

Suku Batak Toba memiliki tarian yang unik berupa tari tor-tor. Melalui laman nationalgeographic.co.id seorang tokoh seni (pendiri sanggar seni tor-tor) Togarma Naibaho menjelaskan, kata "Tor-tor" berasal dari suara entakan kaki penarinya di atas papan rumah adat Batak. Penari tor tor bergerak dengan iringan Gondang (alat musik tradisional Sumatera Utara)  yang juga berirama mengentak.

Adapun fungsi atau tujuan tarian tor-tor ini dulu untuk upacara kematian, panen, penyembuhan, dan pesta muda-mudi. Dan tarian ini memiliki proses ritual yang harus dilalui. Tari tor-tor pun memiliki tiga pesan utama. Pesan pertama adalah menunjukan rasa takut dan taat pada Tuhan, sebelum tari dimulai harus ada musik persembahan pada Yang Maha Esa. Kemudian dilanjutkan pesan ritual untuk leluhur dan orang-orang masih hidup yang dihormati. Terakhir, pesan untuk khalayak ramai yang hadir dalam upacara. Barulah dilanjutkan ke tema apa dalam upacara itu.

Tari tor-tor terdiri dari 4 jenis yaitu :

  • Tor-tor Sawan Panguras
  • Tor-tor Somba
  • Tor-tor Tunggal Panaluan
  • Tor-tor Sipitu Cawan
Demikian Sobat Tradisi, informasi seputar tari primitif yang terdiri dari pengertian tari primitif, fungsi tari primitif, ciri-ciri tari primitif dan contoh tari primitif beserta fungsinya. Semoga informasi tersebut bermanfaat menambah wawasan mengenai Nusantara

Belum ada Komentar untuk "Tari Primitif : Pengertian dan Contoh Tari Primitif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel